Jelang Negosiasi Perdamaian Ukraina-Rusia, Drone Putin Kembali Serang Kyiv
Kudakyv – Jelang Negosiasi Perdamaian Ukraina-Rusia, Drone Putin Kembali Serang Kyiv
Perundingan damai antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut dengan agenda baru di Arab Saudi. Delegasi dari Ukraina dan Amerika Serikat bertemu pada Minggu (23/3/2024) untuk membahas perlindungan fasilitas energi serta infrastruktur penting Ukraina. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya diplomatik yang dipimpin Presiden AS Donald Trump guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga tahun.
Sehari setelah pertemuan tersebut, delegasi AS dijadwalkan bertemu dengan Rusia untuk membahas solusi gencatan senjata. Utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyampaikan harapan besar terhadap perundingan ini. Menurutnya, ada peluang nyata bagi kedua pihak untuk mencapai titik terang dalam konflik yang telah menyebabkan banyak korban jiwa. Kudakyiv.com melaporkan bahwa pertemuan ini dianggap sebagai langkah strategis dalam upaya menghentikan perang di Eropa.
“Baca Juga: Jelang Upaya Gencatan Senjata, Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia“
Jelang Negosiasi Perdamaian Ukraina-Rusia
Putin Dinilai Menginginkan Perdamaian
Witkoff menyebutkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin kemungkinan besar menginginkan perdamaian. Ia percaya bahwa perundingan di Arab Saudi akan menghasilkan kemajuan yang signifikan. Fokus utama dalam diskusi ini adalah gencatan senjata di Laut Hitam guna mengurangi ketegangan antara kedua negara.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, juga memberikan tanggapannya terkait perkembangan ini. Ia menilai bahwa pertemuan tersebut cukup produktif. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa hasil konkret masih bergantung pada keputusan Rusia. Zelensky menyatakan bahwa delegasi Ukraina bekerja keras untuk mencapai kesepakatan yang adil. Menteri Pertahanan Ukraina, Rustem Umerov, yang memimpin delegasi Ukraina, menegaskan bahwa tujuan utama perundingan adalah menciptakan perdamaian yang berkelanjutan serta meningkatkan keamanan nasional.
Sebelumnya, Putin telah menyetujui usulan Trump untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi selama 30 hari. Namun, banyak pihak meragukan efektivitas kebijakan tersebut karena cakupannya yang dianggap terlalu sempit.
Serangan Drone Rusia Kembali Menghantam Kyiv
Di tengah negosiasi damai, serangan masih terus terjadi. Pada Sabtu malam, drone Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv. Serangan ini mengakibatkan tiga korban tewas, termasuk seorang anak berusia lima tahun. Selain itu, kebakaran terjadi di beberapa gedung apartemen serta menyebabkan kerusakan di berbagai wilayah kota. Kudakyv melaporkan bahwa serangan ini menjadi salah satu yang paling intens dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa mereka berhasil menembak jatuh 59 drone Ukraina yang menyerang wilayah barat daya Rusia pada hari yang sama. Salah satu serangan di Rostov menyebabkan satu korban jiwa. Kedua belah pihak terus saling serang, meskipun negosiasi damai masih berlangsung.
“Simak Juga: Bacaan Cerita Inspiratif Relawan Sosial Membantu Para Pendaki Gunung“
Upaya Mencapai Gencatan Senjata
Zelensky tetap mendukung seruan Trump untuk melakukan gencatan senjata selama 30 hari. Trump menilai bahwa proses negosiasi saat ini berada di jalur yang tepat dan terkendali. Amerika Serikat berharap kesepakatan ini dapat dicapai dalam beberapa pekan ke depan. Targetnya adalah menerapkan gencatan senjata mulai 20 April 2025.
Meskipun terdapat harapan akan tercapainya perdamaian, kenyataan di lapangan masih menunjukkan eskalasi konflik yang terus meningkat. Berbagai serangan yang terjadi memperlihatkan bahwa jalan menuju gencatan senjata masih panjang. Banyak pihak berharap perundingan ini dapat memberikan hasil yang nyata demi menghentikan pertumpahan darah yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Kesimpulan
Perundingan damai antara Ukraina dan Rusia terus diupayakan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Amerika Serikat. Kudakyiv.com melaporkan bahwa meskipun terdapat sinyal positif dari Putin, serangan tetap berlanjut. Keberhasilan negosiasi ini sangat bergantung pada komitmen kedua belah pihak dalam mencapai kesepakatan yang adil dan mengakhiri konflik berkepanjangan. Dunia kini menanti, apakah negosiasi di Arab Saudi akan menjadi titik awal bagi perdamaian yang sesungguhnya atau hanya sekadar janji tanpa realisasi.