Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky di Kryvyi Rih, Sebanyak 14 Orang Tewas
Kudakyv – Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky di Kryvyi Rih, Sebanyak 14 Orang Tewas
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak.
Kali ini, rudal Rusia menghantam Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky.
Serangan itu mengakibatkan 14 korban jiwa, enam di antaranya anak-anak.
Menurut laporan dari Kudakyv, serangan terjadi di kawasan permukiman warga.
Rudal menghantam dekat taman bermain, menciptakan kekacauan dan kepanikan.
Lebih dari 50 orang terluka dan saat ini dirawat di rumah sakit terdekat.
“Baca Juga: Putin Respon Antisipasi Eskalasi Dengan NATO, 160.000 Pemuda Rusia Dipanggil Untuk Wajib Militer“
Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky
Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan suasana tragis.
Mayat-mayat tergeletak di jalan, dan asap tebal mengepul ke langit malam.
Warga sekitar menangis dan berteriak histeris menyaksikan kehancuran.
Pihak berwenang dan relawan segera dikerahkan untuk membantu korban.
Situasi darurat diberlakukan di wilayah tersebut sejak malam itu.
Presiden Zelensky merespons cepat serangan tersebut.
Ia menyebut serangan itu sebagai bukti bahwa Rusia menolak perdamaian.
“Ini adalah serangan rudal balistik. Empat belas orang tewas, enam di antaranya anak-anak,” katanya.
Zelensky juga menambahkan bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung.
Ia menekankan pentingnya dukungan dari komunitas internasional.
“Hanya tekanan global yang bisa menghentikan Rusia,” ujarnya.
“Seluruh dunia melihat kenyataan ini. Mereka melihat siapa yang benar.”
Kryvyi Rih adalah kota industri besar di Ukraina tengah.
Sebelum perang, kota ini memiliki populasi sekitar 600.000 jiwa.
Kini, Kryvyi Rih menjadi salah satu simbol perlawanan Ukraina terhadap agresi.
Menurut kudakyiv.com, serangan ke kota ini memiliki pesan politik yang kuat.
Rusia menyerang kota kelahiran presiden sebagai upaya mengguncang mental rakyat Ukraina.
Namun, strategi itu tampaknya justru membangkitkan semangat perlawanan.
Warga Ukraina semakin bersatu dan menggalang solidaritas nasional.
“Simak Juga: Isu Pelanggaran HAM: Contoh Kasus, Definisi Genosida dan Upaya Penyelesaian“
Zelensky menyerukan dukungan internasional yang lebih kuat.
Bukan hanya dalam bentuk pernyataan, tapi juga dukungan nyata.
Ia meminta tambahan sistem pertahanan udara dan bantuan militer.
“Pertahanan udara kita harus diperkuat. Dunia tidak boleh tinggal diam,” ujarnya.
Beberapa negara telah menyatakan keprihatinannya atas serangan tersebut.
Namun, Ukraina berharap lebih banyak aksi nyata dari dunia internasional.
Meski dihantam serangan brutal, semangat warga Ukraina tetap menyala.
Warga Kryvyi Rih bahu-membahu membantu korban dan memperbaiki kerusakan.
Dapur umum, posko darurat, dan pusat evakuasi didirikan secara sukarela.
Menurut laporan terbaru dari Kudakyv, bantuan mulai mengalir ke kota tersebut.
Relawan dari berbagai wilayah datang membantu para korban dan keluarga mereka.
Situasi ini menunjukkan bahwa Ukraina belum menyerah.
Mereka terus bertahan dan melawan dengan seluruh kemampuan yang dimiliki.
Kesimpulan:
Serangan Rusia ke Kryvyi Rih tidak hanya menewaskan warga sipil.
Serangan ini juga melukai jiwa bangsa Ukraina secara kolektif.
Namun, semangat mereka tidak runtuh.
Sebaliknya, mereka bersatu lebih kuat untuk mempertahankan tanah air.