Zelensky Murka: Sebut Vladimir Putin Segera Mati, Perang Ukraina-Rusia Akan Berakhir
Kudakyv – Zelensky Murka: Sebut Vladimir Putin Segera Mati, Perang Ukraina-Rusia Akan Berakhir
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengeluarkan pernyataan tegas mengenai konflik berkepanjangan dengan Rusia. Dalam wawancara dengan media Eropa di Paris pada 26 Maret 2025, Zelensky menyebut bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, “akan segera mati.” Ia percaya, kematian Putin akan mengakhiri Perang Ukraina-Rusia yang telah berlangsung sejak Februari 2022.
Menurut laporan The Kyiv Independent yang dikutip oleh Kudakyv, pernyataan itu muncul di tengah spekulasi mengenai kesehatan Putin. Wawancara tersebut berlangsung sehari setelah Rusia dan Ukraina menyetujui gencatan senjata parsial yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS). Gencatan senjata ini membahas serangan terhadap infrastruktur energi dan konflik di Laut Hitam. Sebagai imbalannya, AS sepakat untuk memperluas akses Rusia ke pasar global.
“Baca Juga: Hambatan Gencatan Senjata Ukraina Rusia, Trump Kesal Putin Ulur Waktu“
Dalam wawancara tersebut, Zelensky memperingatkan bahwa AS sebaiknya tidak membantu Rusia keluar dari isolasi global. “Sangat penting bagi Amerika untuk tidak membantu Putin keluar dari isolasi global ini sekarang,” ujarnya. Zelensky menilai bahwa membiarkan Rusia lolos dari sanksi akan menjadi ancaman besar bagi keamanan global.
Zelensky menyampaikan kekhawatirannya tentang ambisi Vladimir Putin. Menurutnya, Putin tidak hanya berfokus pada Ukraina, tetapi juga berpotensi memicu konfrontasi langsung dengan Barat. Ia mengimbau AS dan Eropa untuk tetap bersatu dalam memberikan tekanan kepada Putin. Zelensky juga menegaskan bahwa Putin takut akan aliansi Eropa-Amerika yang kuat dan berusaha memecah belah persatuan tersebut.
“Putin akan segera mati, itu fakta, dan semuanya akan berakhir,” kata Zelensky. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan Perang Ukraina-Rusia sangat bergantung pada keberadaan Putin di tampuk kekuasaan.
Meski mengapresiasi bantuan dari AS, Zelensky menuduh Washington telah terpengaruh oleh propaganda Rusia. Ia menekankan pentingnya melawan narasi yang menyimpang tentang perang ini. “Kami tidak bisa menyetujui narasi ini. Kami berjuang untuk diri kami sendiri dan akan melawan narasi tersebut di mana pun mereka muncul,” kata Zelensky dengan tegas.
Zelensky menambahkan bahwa Ukraina harus terus menyuarakan kebenaran dan menunjukkan perjuangan mereka di medan perang. Baginya, mengungkap fakta di lapangan menjadi senjata utama untuk membantah klaim Rusia. Ia juga mengingatkan dunia bahwa Perang Ukraina-Rusia bukan hanya tentang konflik regional, melainkan bagian dari upaya mempertahankan kebebasan dan demokrasi di Eropa.
“Simak Juga: Dari Kurir Paket Jadi Dokter, Kisah Inspiratif Mbah Jarno Bantu Warga Desa Sukatani“
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, konflik ini telah menyebabkan kehancuran besar. Menurut data terbaru, Rusia menguasai sekitar 113.000 km persegi atau sekitar 20% wilayah Ukraina. Pertempuran sengit terjadi di sepanjang garis depan sepanjang 1.000 km.
Rusia terus melancarkan serangan ke jaringan listrik Ukraina menggunakan rudal dan pesawat nirawak. Sebagai balasannya, Ukraina menyerang fasilitas minyak dan gas Rusia. Serangan ini menjadi strategi utama kedua negara untuk melemahkan kemampuan militer lawan.
Kudakyv melaporkan bahwa gencatan senjata parsial yang baru-baru ini disepakati memberikan secercah harapan untuk meredakan konflik. Namun, banyak pihak meragukan ketahanannya di tengah ketegangan yang terus meningkat. Zelensky tetap yakin bahwa tekanan global terhadap Rusia harus terus dilakukan hingga perang berakhir.
Zelensky menyoroti bahwa Vladimir Putin khawatir kehilangan kekuasaannya. Ia percaya, ketakutan ini menjadi pendorong utama agresi Rusia di Ukraina. “Dia tahu kekuasaannya rapuh. Itu sebabnya dia berusaha mempertahankannya dengan segala cara,” ujar Zelensky.
Menurut Zelensky, masa depan Ukraina bergantung pada dukungan internasional yang konsisten. Ia menegaskan pentingnya aliansi strategis dengan negara-negara Barat. Dengan dukungan ini, Ukraina berharap dapat mengakhiri Perang Ukraina-Rusia dan memulihkan kedaulatan mereka.
Kudakyiv.com juga mencatat bahwa Zelensky terus berusaha membangun koalisi global untuk menekan Rusia. Ia meyakini bahwa persatuan global menjadi kunci utama untuk mengakhiri konflik ini.
Pernyataan keras Zelensky tentang kematian Putin mencerminkan ketegangan yang belum mereda dalam Perang Ukraina-Rusia. Ia menegaskan bahwa dukungan global sangat penting untuk mengakhiri konflik ini. Dengan menjaga persatuan dan melawan narasi Rusia, Zelensky berharap perdamaian dapat segera terwujud.
Masa depan perang ini tetap tidak pasti, tetapi tekad Ukraina untuk mempertahankan kemerdekaannya tidak goyah. Dengan tekanan internasional yang konsisten, harapan akan akhir konflik masih menyala terang.