Zelensky Sebut Putin Tak Serius ingin Akhiri Perang, Upaya Gencatan Senjata Gagal?
Kudakyv – Zelensky Sebut Putin Tak Serius ingin Akhiri Perang, Upaya Gencatan Senjata Gagal?
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menyatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, belum menunjukkan keseriusannya dalam menghentikan perang yang telah berlangsung selama tiga tahun. Pernyataan ini muncul setelah Ukraina menyetujui usulan gencatan senjata yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.
Putin Belum Menyetujui Usulan Gencatan Senjata
Zelensky menyampaikan pernyataan tegasnya melalui video yang diunggah di platform X. Ia menyoroti bahwa sudah hampir sepekan sejak usulan gencatan senjata disampaikan, tetapi belum ada tanggapan konkret dari Rusia. Menurutnya, setiap hari yang berlalu dalam perang ini berarti semakin banyak nyawa yang dipertaruhkan.
“Putin tidak mengucapkan ‘iya’ terhadap usulan gencatan senjata. Ia berbicara sesuka hatinya, tetapi tidak menyampaikan jawaban yang diinginkan dunia. Gencatan senjata ini seharusnya menyelamatkan nyawa dan memberi kesempatan bagi para diplomat untuk bekerja mewujudkan perdamaian. Namun, Rusia terus mengabaikannya,” tegas Zelensky, seperti dilansir Kudakyv.
Zelensky juga menegaskan bahwa dunia dapat melihat siapa yang bertanggung jawab atas perpanjangan konflik ini. Ia menyerukan komunitas internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia agar segera menghentikan perang.
“Baca Juga: Rusia Kecam Kehadiran Tentara NATO di Kyiv Ukraina Hingga Sebut Trump Bajingan“
Trump: Kesepakatan Damai Semakin Dekat
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan akan berbicara langsung dengan Putin pada 18 Maret 2025. Pembicaraan ini akan menjadi pertemuan virtual pertama mereka dalam sebulan terakhir.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa negosiasi damai saat ini berada di titik yang sangat krusial. Ia menambahkan bahwa ada kemajuan yang cukup signifikan dalam upaya gencatan senjata.
“Saya tidak ingin mendahului hasil negosiasi ini. Namun, kami semakin dekat dengan kesepakatan damai, lebih dekat dari sebelumnya. Presiden Trump bertekad untuk menyelesaikan ini,” kata Leavitt kepada wartawan pada 17 Maret 2025.
Trump sendiri melalui unggahannya di Truth Social menyebutkan bahwa Rusia telah menyetujui banyak poin dalam kesepakatan damai. Meski demikian, masih ada beberapa hal yang perlu dibahas lebih lanjut sebelum perjanjian resmi diumumkan.
Gencatan Senjata 30 Hari Sebagai Langkah Awal
Kesepakatan gencatan senjata selama 30 hari ini merupakan hasil dari perundingan antara pejabat Amerika Serikat dan Ukraina di Arab Saudi. Ukraina menerima usulan ini sebagai langkah awal menuju perdamaian yang lebih luas.
Namun, meskipun sebelumnya mendukung gencatan senjata, Putin dikabarkan mengajukan beberapa syarat tambahan. Beberapa ketentuan yang diajukan diduga menguntungkan Ukraina selama masa jeda perang, sehingga menimbulkan keraguan mengenai niat sesungguhnya dari pihak Rusia.
“Simak Juga: Suku Osing Banyuwangi, Warisan Budaya Kuno Jawa Peninggalan Kerajaan Majapahit“
Rusia Dituduh Mempersiapkan Serangan Baru
Di tengah negosiasi ini, Zelensky menuduh Rusia tengah mempersiapkan serangan baru di perbatasan timur Ukraina. Pada 15 Maret 2025, ia melaporkan adanya konsentrasi besar pasukan Rusia di dekat wilayah Sumy.
“Kami melihat ada peningkatan jumlah pasukan Rusia yang dikerahkan di perbatasan. Ini adalah indikasi bahwa mereka mungkin merencanakan serangan baru,” ungkap Zelensky.
Jika tuduhan ini benar, maka upaya gencatan senjata yang tengah dirundingkan bisa jadi hanya sebatas strategi Rusia untuk mengulur waktu dan menguatkan posisi mereka di medan perang.
Akankah Upaya Gencatan Senjata Berhasil?
Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung selama tiga tahun dan telah menimbulkan dampak besar di berbagai aspek, mulai dari ekonomi hingga kemanusiaan. Upaya gencatan senjata ini diharapkan bisa menjadi titik awal menuju perdamaian. Namun, jika Rusia terus mengajukan syarat yang menguntungkan mereka, maka negosiasi ini bisa gagal sebelum benar-benar dimulai.
Dengan adanya tekanan internasional yang semakin kuat, Putin berada di persimpangan jalan. Apakah ia akan memilih perdamaian atau tetap mempertahankan konflik?
Kudakyv akan terus memantau perkembangan terbaru terkait perundingan ini dan memberikan informasi terkini kepada pembaca.
Artikel ini ditulis berdasarkan berbagai sumber berita yang relevan, termasuk Kudakyiv.com.